PELATIHAN MANAJEMEN ASFIKSIA DAN MANAJEMEN BBLR DI KABUPATEN MAGETAN

Magetan-Bertempat di Ruang  Pertemuan Sekretariat  Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kab. Magetan, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan melaksanakan PELATIHAN MANAJEMEN ASFIKSIA  DAN MANAJEMEN BBLR (Bayi Baru Lahir Rendah) diselenggarakan mulai tanggal 9 sampai dengan 13 Juli 2018.

Pelaksanaan pelatihan dilatar belakangi karena masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia, yaitu 34/1000 KH (sdki 2007), sekitar 56% kematian terjadi pada periode sangat dini yaitu di masa neonatal, atau bayi baru lahir. Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada usia 0-6 hr (78,5%) dan asfiksia(keadaan dimana bayi saat lahir tidak bisa bernafas dengan baik) serta prematuritas merupakan penyebab utama kematian. Target Sustainable development Goals (SDG’s) tahun 2030 adalah menurunkan AKB menjadi 23/1000 kh.

Selama kurun waktu 2013 – 2017 trend AKB di Kab. Magetan menunjukkan kondisi yang stagnan, dan tercatat bahwa penyebab utama kematian neonatal adalah sama dalam 5 tahun terakhir yaitu asfiksia dan BBLR. AKB Kab. Magetan tahun 2017 berjumlah 85 bayi, penyebab terbanyak adalah BBLR 37 kasus (43,53%) dan Asfiksia 18 kasus (21,18%).

Sementara itu jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Magetan adalah 437 orang, yang terlatih  manajemen BBLR baru 110 orang ( 25,17%), yang terlatih manajemen asfiksia 158 orang (36,16%). Untuk mencapai target SDG’s 2030, dalam rencana strategis kementerian kesehatan terdapat 4 strategi utama, yaitu meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan ketrampilan petugas kesehatan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan pembiayaan kesehatan masyarakat.

Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan tentang penata laksanaan neonatal atau bayi baru lahir mulai dari tingkat desa atau rumah sampai rumah sakit merupakan salah satu strategi yang dapat menurunkan AKB. Petugas kesehatan seperti dokter, perawat dan bidan yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu dan anak, sangat mungkin akan menjumpai kasus-kasus yang berhubungan dengan masalah kesehatan bayi baru lahir seperti : asfiksia, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), dan infeksi. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk mengatasi masalah-masalah tersebut serta dapat memberikan pengetahuannya kepada masyarakat, keluarga, ibu dan anak.

Dinas kesehatan kabupaten magetan telah mengadakan pelatihan asfiksia dan BBLR kepada petugas (dokter dan bidan) dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya, terutama dalam penanganan masalah-masalah kesehatan bayi baru lahir, sehingga kematian bayi baru lahir dapat berkurang secara nyata.

Tujuan dari pelatihan tersebut adalah Meningkatnya ketrampilan petugas dalam manajemen Asfiksia dan manajemen BBLR sehingga  menurunkan AKB yang disebabkan karena kasus Asfiksia dan BBLR. Pelatihan tersebut diikuti oleh 15 Orang yang terdiri dari 2 orang dokter dan 13 orang bidan. Tono/editor Wawan

 

  • PELATIHAN MANAJEMEN ASFIKSIA DAN MANAJEMEN BBLR
  • PELATIHAN MANAJEMEN ASFIKSIA DAN MANAJEMEN BBLR