Menko PMK: Perlu Manajemen yang Efektif dan Jiwa Gotong Royong Hadapi Bencana

image

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Siaran Pers Nomor:  37    /Humas PMK/II/2018

Menko PMK: Perlu Manajemen yang Efektif dan Jiwa Gotong Royong Hadapi Bencana

 

Nusa Dua (21/02) -- “Salah satu yang menjadi perhatian BNPB dan BPBD adalah bagaimana membangun kesiapsiagaan berbasis rakyat, early warning system, dan sinergi penanggulangan bencana antara pemerintah pusat dan daerah”.

Demikian yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat memberikan arahan sekaligus membuka secara  resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diselenggarakan di Nusa Dua Convention Center, Bali, pada Rabu malam (21/02).

Rakernas Penanggulangan Bencana yang kali ini mengusung tema “BNPB-BPBD Bekerja untuk Rakyat diikuti oleh 34 BPBD Provinsi, 472 BPBD Kabupaten/Kota, sera Mitra strategis BNPB  dengan total keseluruhan kurang lebih 3.000 peserta.

Menurut Menko PMK, apa yang menjadi perhatian BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang tercantum dalam dokumen RPJMN 2015-2019, yaitu diarahkan dalam upaya  pengurangan resiko bencana dan meningkatkan ketangguhan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Menko PMK juga menyampaikan bahwa manajemen penanggulangan bencana dimulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. “Namun keberhasilan dalam manajemen penanggulangan bencana tersebut sangat ditentukan oleh gotong royong dari pemerintah pusat, daerah, BNPB dan BPBD, serta masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Menko PMK, agar gotong royong manajemen penanggulangan bencana dapat berjalan efektif, diperlukan pemahaman yang sama antara seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikannya.

“BNPB - BPBD merupakan representasi kehadiran negara ditengah rakyat dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, persiapkanlah kemampuan individu, lembaga, program dan kegiatan yang kuat dan efektif dilapangan,” pinta Menko PMK.

Menko PMK juga berharap pelaksanaan Rakernas penanggulangan bencana tahun 2018 dapat memformulasikan berbagai agenda strategis untuk membangun kapasitas BNPB-BPBD yang efektif. “BNPB-BPBD bekerja untuk rakyat, menuntut setiap jajarannya selalu siap, sigap, melayani, dan berjiwa gotong royong,” harapnya.

Hadir dalam Rakernas Penanggulangan Bencana, Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek; Kepala BNPB, Willem Rampangilei; Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati; Anggota Komisi VIII DPR RI; Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba; Duta Besar Selendia Baru, Trevor Matheson; Para Gubernur seluruh Indonesia; Gubernur Provinsi Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Cokorde Pemayun; Panglima Kodam IX Udayana, Mayor Jenderal Benny Susianto; dan seluruh Kepala BPBD.

 

 

**************

 

Bagian Humas dan Perpustkaan Biro Hukum, Informasi dan Persidangan

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

roinfohumas@kemenkopmk.go.id

 

www.kemenkopmk.go.id

 

Twitter :@kemenkopmk